Dalih Perbaikan Jalan, Faktanya Untuk Mall? Superblock Pakuwon di Banyumanik Bikin Semarang Macet Total
SEMARANG, 25 Agustus 2026 – Semarang memanas. Bukan karena cuaca, tapi karena warga Gombel Lama, Banyumanik sudah muak.
Yayasan Forum Advokasi Rakyat (YFAR) resmi melayangkan somasi keras kepada Wali Kota Semarang. Pemicunya: proyek superblock Pakuwon Mall.
Ini bukan keluhan sepele. Warga melaporkan rumah mereka diduga retak akibat pembangunan. Lingkungan terganggu. Dan yang paling fatal: jalan umum ditutup.
Pemkot berdalih penutupan untuk perbaikan jalan. Warga tidak bodoh. Mereka bertanya terang-terangan: ini perbaikan untuk rakyat, atau karpet merah untuk truk-truk proyek mall?
Dampaknya brutal. Akses warga sekitar terputus. Pengguna jalan umum yang tiap hari lewat Gombel ikut jadi korban. Antrean mengular, kemacetan pecah di mana-mana. Di tanjakan Gombel, motor-motor warga sampai overheat karena dipaksa merayap dalam macet panjang.
Ini bukan pembangunan. Ini pengorbanan. Kenyamanan publik dikorbankan demi kepentingan satu proyek raksasa.
YFAR tidak main-main. Mereka kasih ultimatum: 7 hari sejak somasi diterima.
Jika Pemkot Semarang diam dan keluhan warga tidak ditindaklanjuti, langkah hukum akan diambil. YFAR siap membawa Wali Kota ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.
Ini ujian keberpihakan. Apakah Pemkot Semarang berdiri untuk warganya, atau justru jadi bemper bagi pengembang mall?
Pertanyaannya sederhana, jawabannya ditunggu se-Semarang: bolehkah jalan milik rakyat ditutup demi mall?
Bola sekarang di tangan Wali Kota. Mau bereskan masalah warga, atau mau lanjut berurusan di meja hijau?($iti)




